assalamualaikum warahmatullah...
It took me quite a long time to accept islah as a way of bringing back the ummah to its place. We were exposed to sentiments more than its root. I know and of course admit that it is way easier to talk than to walk your talk. Understanding and embracing tarbiyah has helped me to not just talk, but walk for the solutions. I can now say this confidently, murabbi is one of the solutions to the ummah's problems.
and murabbi is really a job! It takes your life. It is hard, putting aside your feelings just because you have to entertain your mutarabbi's. and yes, you are talking about feeling. and yes, they don't know and may be don't even care what you are feeling at that time. You might be tired after long hours of midnight meeting/qadaya on their daurah, stress working on a programming assignment, depress with thermodynamics test result and many other emotions that you are feeling. Yet, you have to keep smiling, pretending that you are good, and everything is in good hand. Things get even heavier when you know that your mutarabbi is doing something against syariah, and you feel the responsibility for them doing that. It might be because you never talk to them on that, may be you didn't give dalil to justify your statement, may be it wasn't the right time. And your mutarabbi don't even bother that you are care for them, and you really want them to understand and practice the deen as how it should be. and they might not know that you really want to be in jannah together, yes with them included.
Harus, di mana kenikmatan dakwah bila semua yang ada adalah beban dan tanggungjawab?
1- wahai orang yang berselimut!
2- Bangunlah pada malam hari kecuali sebahagian kecil
3- separuhnya atau kurang dari itu
4- atau lebih dari itu, dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan
5- Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu
6- Sungguh, bangun malam itu lebih kuat, dan lebih berkesan
(al-Muzammil)
kekuatan dan kenikmatan itu pada dua perkara; Quran dan qiyamullail. Nikmat merasakan Allah sedang berbicara adalah satu nikmat yang terlalu bermakna dan agung untuk tidak dikongsi bersama. I feel Allah is comforting me, holding, hugging and guiding me through the stories of anbiya'. At times, He warns me just to keep me on track. And I feel selfish if I don't share that with others. Qiyamullail is something that I can't afford to not to have. Nikmat berada di jalan Allah bila kita memahami Quran, pada perngaduan kepada Allah dalam sujud yang panjang. Pengaduan mengenai kepenatan kita pada perjuangan yang tak pernah henti, kebuntuan untuk membimbing mutarabbi, keinginan kita pada kerehatan yang abadi, ketidak mampuan untuk membantu mereka di Gaza. Benar kata Sayyid Qutb, hidup di bawah bayangan al-Quran adalah nikmat yang meluhur, membersih dan memberkati. Moga Allah terus mengurniakan kita semua kenikmatan membina manusia, bersabar menghadapi kerenah mereka, kerana hakikatnya kita membina diri kita sendiri.
10- Wahai orang-orang yang beriman! Mahukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?
11- kamu beriman kepada Allah dan RasulNya, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui
12- niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam syurga 'Adn, itulah kemenangan yang agung
13- dan karunia lain yang kamu sukai, pertolongan Allah dan kemenangan yang dekat. dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin
(as-Saff)
nikmat penghapusan dosa itu lebih utama dari kemenangan yang dekat. Moga dalam kita sibuk membina manusia, kita tak lupa membina diri kita. moga penghapusan dosa kita yang terlalu banyak dan berat menjadi motivasi untuk kita lebih gigih membina manusia. Nikmat diselamatkan dari jurang neraka adalah satu nikmat yang terlalu besar, moga Allah terus memilih kita menjadi penyelamat ummah. Moga kenikmatan dakwah ini kita rasai pada Quran dan Qiyamullail dan pada mutarabbi yang benar-benar ingin bersama kita dalam jalan ini.
Sungguh, tiada daya dan upaya kita selain dari Allah!