Assalamualaikum warahmatullah
146 – dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi
sejumlah besar dari pengikut yang bertaqwa. Mereka tidak lemah kerana bencana
yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak menyerah. Dan Allah
mencintai orang-orang yang sabar
147 – dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, “ya Tuhan
kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan
urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap
orang-orang kafir
(Ali ‘Imran)
_________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________
Wahai Tuhanku Kau sahajalah tempat ku mengadu kelemahan
tenagaku dan kurang bicaraku, kehinaanku di mata ramai. Wahai Tuhan yang maha
pengasih Kaulah Tuhan mereka-mereka yang lemah, Kaulah Tuhanku, kepada siapakah
Kau akan serah aku ini? Kepada mereka yang jauh yang bencikan aku atau kepada
seteru yang Kau berikan kuasa ke atasku? Andaikata tidakada sebarang
kemurkaanMu keatas aku,maka tidak akan aku pedulikan, tetapi kemaafan dan
kurniaan Kau lebih luas untukku. Aku berlindung dengan cahaya zatMu yang
menyinari segala kegelapan dan yangmemberi manfaat dunia dan akhirat dari
kemarahanNya keatas ku dan kemurkaanMu, Kau sahaja yang menegur sepuasnya. Dan tidak
ada helah bicara dan tenaga hanyalah dengan Kau sahaja.
(doa Rasulullah di Taif)
_________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________________
Reading doas from anbiya’ will make you ponder very deeply. The
trials that they have countered often shaken their hearts but not faith. Often
their doas are simple, but deep and you can feel the faith that they have.
Wa isra fana fi amrina
Most of the times, people do mistakes because of ignorance
or some innocence. To me that is fine! What makes it worse is the extra mix of
emotions that we have. Ladies! Our skeptical minds, our angers mix with
frustrations, stubbornness, and arrogance. When Allah show us the right path, and looking
back on the days that full with roller coasters, we will knee down and recite
the doa full heartedly. How I wish things could have been that worst! Berlebihan
dalam urusan, we are all indeed. May Allah forgive us for that.
When we say we want to please Allah, as long as His anger is
not with us, we will do everything! Even that means sacrificing the arrogance
that your heart wants! Maybe the satisfaction or redemption that you should be
feeling after completing something that you have been dreaming since twelve.
Alat vs matlamat; you will surely be tested on this! And
always remember that Allah is always seeking for His pure servant. Allah deserves
not to be shared what more challenged!
For You, I will!
p/s: aishah hopes you see the unseen
p/s: aishah hopes you see the unseen
No comments:
Post a Comment